Posted by : Hikmawan Rabu, 18 Maret 2015




eHikmawan.com - Kampung Inggris Pare merupakan destinasi utama bagi sebagian masyarakat Indonesia yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara cepat. Dengan mengikuti kursus selama dua minggu hingga sebulan dirasa cukup untuk menaikkan satu atau dua tingkat skill berbahasa Inggris kita. Kepopuleran Kampung Inggris ternyata dimanfaatkan oleh sebagian oknum, baik dari dalam maupun dari luar warga Pare Kediri, untuk mengeruk keuntungan bagi diri sendiri dan bahkan merugikan orang lain baik dari segi materil maupun moriil. Berdasar pengalaman saya selama dua bulan setengah di Kampung Inggris Pare, berikut ini adalah hal-hal yang wajib membuat kita waspada, hati-hati dan ketahui saat memutuskan mengambil kursus di Pare:

1. Harga tarif angkutan umum yang mahal
Ketidaktahuan para pencari ilmu di Kampung Inggris Pare tentang tarif angkutan umum yang berlaku di Pare menjadi lahan empuk bagi oknum supir dan pemilik angkutan umum di Pare seperti supir angkot, tukang becak, maupun tukang ojek. Misal, dari tarif angkot dari Kota Kediri ke Desa Tulungrejo, Pare yang normalnya hanya seharga 10ribu seringkali dimanipulasi dan sopir dengan enteng meminta biaya di atas harga normal tersebut. Bahkan teman saya baru-baru ini ditipu oleh oknum sopir angkot, pertama dia diminta membayar 25ribu dan diantarkan ke satu titik di Kota Kediri, namun di tengah perjalanan meminta tambahan 25ribu lagi bila ingin diantarkan langsung ke stasiun Kediri. Sehingga total yang harus dikeluarkan adalah sejumlah 50ribu rupiah! Mengenai hal ini, saya pernah berbincang langsung dengan sopir angkot yang "waras", dan beliau mengakui bahwa ada banyak sopir nakal yang dengan enteng menaikkan tarif saat tahu yang diangkutnya adalah calon pelajar di Kampung Inggris.

Begitu juga dengan moda transportasi lain seperti becak dan ojek, tak jarang mereka menjebak dan mengenakan tarif seenaknya. Pengalaman lain, teman saya yang menggunakan jasa ojek sengaja diputar-putar oleh tukang ojek sehingga perjalanan yang harusnya singkat terasa lebih jauh, dan si tukang ojek tentu saja bisa menaikkan tarif dengan dalih jarak yang jauh.

Tips untuk menghadapi oknum nakal seperti ini simpel, ketahui harga tarif angkutan di Kampung Inggris. Google. Dan jangan asal naik, nego harga dahulu dan jangan ragu bila kita memiliki referensi harga yang pasti. Bila ingin naik angkotpun bisa kita tanya sebelumnya: "Pak, Kampung Inggris sepuluh ribu ya!" Atau lebih baik lagi menggunakan bahasa Jawa, karena unsur kedaerahan masih terasa kental di Pare.

2. Begal/jambret/perampas
Ketika saya menuntut ilmu di Pare ada beberapa kali kejadian pembegalan/penjambretan/perampasan di Kampung Inggris. Yang dibegal dan dijambret memang bukan motor/sepeda namun berupa tas/uang, tapi tetap saja sangat merugikan. Modusnya antara lain mengambil dari kursuser yang menaruh barang di keranjang sepeda. Selain itu pernah kejadian jambret beraksi di dekat ATM, jadi kursuser sehabis mengambil uang langsung dijambret. Biasanya modus-modus tersebut dilakukan di seputar jalan Brawijaya yang memang lurus jalannya sehingga memungkinkan jambret/begal untuk memacu motor sekencang-kencangnya dan tak terkejar oleh kita.

Kewaspadaan diri kita memang yang utama menghadapi begal/jambret/perampas di Kampung Inggris Pare. Jangan taruh barang berharga seperti tas, handphone, atau dompet di keranjang sepeda. Waspada pula saat mengambil uang di ATM.

3. Maling/pencuri
Kejadian kemalingan atau kecurian di Kampung Inggris Pare memang tidak pernah saya alami langsung, namun pernah dijumpai oleh teman saya. Modusnya maling ini (biasanya lebih dari satu orang) berpura-pura ingin kursus di Kampung Inggris dan mencari kos atau camp baru. Mereka kemudian mengecek satu persatu ruangan, seakan-akan sedang mempertimbangkan beberapa hal, padahal mereka sedang mencari mangsa berupa barang yang bisa diambil. Tak jarang barang berharga seperti uang, laptop, handphone dan barang berharga lain hilang diambil mereka. Selain itu dalam skala yang lebih kecil kejadian kehilangan sandal, baju, uang dalam nominal kecil, seringkali terjadi di dalam satu camp/kos. Namun karena nilainya kecil, atau demi menjaga kondusifitas keadaan, akhirnya diikhlaskan begitu saja.

Tips untuk nomer tiga ini hampir sama dengan sebelumnya, waspadalah terhadap orang baru. Tapi tentu tak usah curiga berlebihan karena pada umumnya para kursuser yang ada di Kampung Inggris datang dengan niat yang baik.

4. Lingkungan camp/kos dan warung makan yang tidak bersih
Lingkungan yang tidak bersih di Kampung Inggris Pare berhubungan langsung dengan kesehatan kita. Seringkali kondisi yang kotor dan lembab membuat penyakit dengan mudah menghampiri. Penyakit kulit dan penyakit pencernaan sering menimpa kursuser di Kampung Inggris. Tidak hanya di camp/kos, kebersihan wajib kita perhatikan saat membeli makan di warung makan. Saya pernah beberapa kali menemui warung makan yang tingkat higienitasnya rendah, lalat dengan bebas beterbangan, debu yang sering masuk, kucing liar, dan kondisi di sekitar makanan yang kotor.

Idealnya tentu kita sendiri yang wajib mengatasi lingkungan camp/kos yang tidak bersih dengan cara rutin mencuci seprei/sarung bantal, menyapu dan mengepel lantai, hingga menjemur kasur dan bantal. Sementara untuk warung makan yang tidak bersih cukup kita tidak kunjungi dan tidak rekomendasikan kepada teman-teman kita.

5. Hal lainnya
Selain empat hal utama di atas, ada beberapa hal lainnya yang harus kita waspadai. Antara lain harga makanan yang mahal (silahkan berwisata kuliner untuk mengetahui harga-harga makanan di Kampung Inggris). Teman saya ketika pertama kali datang ke Kampung Inggris selalu makan di pinggir jalan Brawijaya, dan tentu harga makanannya mahal (antara 6-10ribu). Padahal dengan menu yang hampir sama kita bisa dapatkan dengan harga yang murah, mulai dari 3500 saja untuk nasi+sayur+tempe goreng.

Hal lain adalah harga sepeda. Teman saya belum lama ini survei di tiga tempat penyewaan sepeda dan mendapat harga yang berbeda-beda di ketiga tempat tersebut, terlebih bila kita ingin membeli sepeda, bukan menyewanya. Sebagai contoh sepeda wanita (yang ada keranjangnya) dengan kualitas menengah bawah ditawarkan seharga 400ribu sedangkan di tempat lain 350ribu saja. Karena itu tak ada salahnya bila kita cek harga terlebih dahulu sebelum membeli.

Demikian lima hal yang wajib membuat kita waspada, hati-hati dan ketahui di Kampung Inggris Pare. Terlepas dari hal tersebut, menuntut ilmu di Pare sangatlah menyenangkan dan jadi tempat yang cocok untuk menambah teman dari berbagai daerah di Indonesia :)

{ 2 komentar ... read them below or Comment }

  1. Hanya orang pelit yg bilang mkananan d kampung ingris mahal,,, lu aja yg g tau tmpat nya,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. gagal paham ye wkwkw. Intinya, waspada dg harga makanan yg lebih mahal dibanding di tempat lain. Contoh udah ane tulis kalau di pinggir Jl. Brawijaya itu lebih mahal dibanding di tempat lain.

      Karena banyak sekali pelajar bermodal pas-pasan dateng belajar ke Kampung Inggris

      Hapus

Popular Post

Random Post

- Copyright © 2015 eHikmawan.com - Tentang Hikmawan Ali Nova - Metrominimalist Template - Designed by Johanes Djogan -