Posted by : Hikmawan Kamis, 13 Agustus 2015


eHikmawan.com - Tadi pagi setelah menginap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat saya memanfaatkan aplikasi transportasi yang semakin populer yaitu Grab Bike untuk menuju kantor. Setelah menunggu sekitar 10 menit akhirnya datanglah bapak ojek yang langsung menyapa nama saya. Dia berjaket hitam, dan tidak memiliki identitas Grab Bike seperti pada jaket dan helm khasnya yang berwarna hijau. Saya bingung, dan spontan langsung bertanya kepada bapak ojeknya. Terbersit fikiran akan alasannya yang kurang lebih "tidak enak dengan ojek pangkalan" atau "tidak ingin cari ribut dengan ojek pangkalan" dan benar saja, bapak Ojek beralasan persis seperti di fikiran saya. Setelah saya amati ternyata jaket hitam tersebut adalah jaket Grab Bike yang dibalik, jadilah jaket yang dipakai berwarna hitam. Dan setelah bungkusan hitam dibuka maka terlihatlah helm hijau khas Grab Bike. Oke, disembunyikan juga helmnya.

Dalam perjalanan menuju kantor, saya diceritakan bahwa resistensi yang dilakukan ojek pangkalan sungguh luar biasa (keterlaluan). Menurut si bapak yang sebelumnya mangkal di wilayah Pasar Baru, jika ada tukang ojek pangkalan yang bergabung dengan Grab Bike atau Go Jek (Ojek Online) maka dia tidak boleh lagi mangkal di tempat lamanya alias DIUSIR. Beliau juga bercerita bahwa jika dia bertanya alamat ke ojek pangkalan maka akan disasarkan/diberi alamat palsu. Itu kasus yang baru saya dengar selain kasus intimidasi terhadap pengojek online yang santer terdengar di media online.

Sebenarnya dengan hadirnya aplikasi Go Jek atau Grab Bike bisa menjadi alternatif luar biasa bagusnya untuk tukang ojek di pangkalan karena bukan pepesan kosong pengojek online mendapat hasil luar biasa, lebih dari 3 juta per bulan. Padahal, saya pernah mendengar dari bapak ojek lainnya, untuk ojek konvensional alias ojek pangkalan sebulan paling maksimal dapatnya 800ribu saja. Mungkin rasa solidaritas yang terlanjur mengakar di antara ojek pangkalan sehingga bagi yang (maaf) gaptek atau tidak mampu menggunakan gadget atau (terlanjur) benci dengan sesuatu yang baru akan membuat tukang ojek lain tidak enak atau solider dan memilih tetap menjadi tukang ojek pangkalan.

Sekian catatan singkat dari saya, semoga bermanfaat.
Jakarta, 13 Agustus 2015

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Random Post

- Copyright © 2015 eHikmawan.com - Tentang Hikmawan Ali Nova - Metrominimalist Template - Designed by Johanes Djogan -