Archive for 2016

Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas: Kumur-kumur Akhir Tahun

Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
eHikmawan.com - Akhir tahun merupakan surga bagi pecinta buku seperti saya, karena ada banyak sekali event cuci gudang buku dari penerbit di Indonesia. Setelah dihebohkan oleh event Gudang Buku Gramedia Big Sale di Tangerang Selatan maka pada hari Kamis kemarin sampai dengan Sabtu besok (24 November - 3 Desember 2016) giliran Penerbit Buku Kompas yang mengadakan gawe yang menurut saya dahsyat: Kumur-kumur Akhir Tahun - Cuci Gudang Buku Kompas. Kumur di sini maksudnya buKU MURah ya :D. Saya berkesempatan untuk mengunjungi event tersebut dan...gawat banget daya kejutnya haha. Diskonnya bener-bener gila, buku yang awalnya seharga 245.000 didiskon habis menjadi 10.000 saja! Itu buku terbitan tahun 2014 lho. Selain itu berbagai buku berkualitas dari Penerbit Buku Kompas ditawarkan dengan harga 5ribu, 10ribu, sampai dengan diskon 50%.

Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas

Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Di mana?
Kumur-kumur Akhir Tahun - Cuci Gudang Buku Kompas ini dilaksanakan di Gudang Buku Kompas yang terletak di Gedung Kontan Jl. Raya Kebayoran Lama No.1119, RT.1/RW.13, Grogol Utara, Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Link Google Maps: https://goo.gl/maps/dVqUi3fJvvk

Cara ke sana gimana?
Kalau saya, dengan cara naik Grab dengan kode promo GRABDISKON karena sedang ada diskon 70% di luar jam sibuk dan juga di hari Sabtu-Minggu ahaha. Cara lain, bisa lewat stasiun Palmerah dan pesan ojek online dari situ. Atau saya lihat berseliweran mikrolet M09 jurusan Tanah Abang - Kebayoran Lama di depan Gedung Kontan.

Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Kapan? 
24 November - 3 Desember 2016
Weekday 10.00 - 20.00 WIB
Sabtu 10.00 - 15.00 WIB

Buku apa saja yang ada di sana?
Semua jenis buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas mulai dari ensiklopedia, biografi, sejarah, sastra, sampai buku agama dan TTS. Buanyakkkk. Btw dari pihak Kompas membuat daftar list Daftar Buku Kompas Harga Promo, bisa dicek DI SINI. Dan bila dilihat di daftar tersebut ada 231 buku yang diobral semurah-murahnya :D

Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas

Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas

Nih buku-buku yang seharga 5000 sajahh
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas
Uniknya, karena tempatnya adalah Gudang Buku Kompas, maka kita diberikan pengalaman yang unik saat berekreasi di sini yaitu kita dibolehkan untuk masuk-masuk ke dalam ruangan-ruangan yang isinya BUKU SEMUA. DAN DIDISKON SEMUA :D. Lihat saja nih foto-fotonya:

Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas 
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas 
Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas 

Dan...inilah hasil kalap saya selama di sana, 10 buku dengan menghabiskan dana hanya 100ribu. Iya benar, 100ribu saja saudara-saudara! :D

Hasil kalap di Cuci Gudang Buku Penerbit Kompas :D
Senin, 28 November 2016
Posted by Hikmawan

Saya dan The Rain (4): Jabat Erat! Album Baru!

Album baru The Rain: Jabat Erat

eHikmawan.com - Tiga tahun berturut-turut The Rain membuat single dan mengemasnya menjadi sebuah trilogi, yang dimulai dengan single Terlatih Patah Hati, kemudian disusul dengan single Gagal Bersembunyi, dan diakhiri dengan manis di single Penawar Letih. Tiga tahun itu pula The Rain menyiapkan album barunya, dan membuat The Rain Keeper seperti saya selalu penasaran: akan sebagus apakah album baru The Rain. Terlebih dengan sambutan pasar yang luar biasa terhadap lagu Terlatih Patah Hati dan Gagal Bersembunyi. Dan akhirnya, pada 10 September 2016 meluncurlah album indie The Rain yang bertajuk Jabat Erat. Tak pikir lama, segera saya melakukan pre-order setelah sebelumnya mendapatkan infonya pada page resmi The Rain di Facebook (walaupun waktu membayarnya ngaret wkwkwk).

Packaging Album baru The Rain: Jabat Erat


Impresi pertama saya setelah menerima album barunya: keren! Saya mendapatkna badge The Rain, dan sertifikat pre-order resmi yang ditanda-tangani oleh semua personil The Rain. Juga mendapat diskon khusus :D. Segera saja saya mendengarkan lagu-lagu yang terdapat di album Jabat Erat, dan berikut adalah lagu-lagu yang "nyangkut" di kepala dan menurut saya terbaik:

- Gagal Bersembunyi
Ini lagu yang menurut saya memiliki daya bunuh paling besar, lengkapnya ada di artikel "Saya dan The Rain (3): Terlatih Patah Hati dan Gagal Bersembunyi". Saya tak pernah bosan mendengar lagunya, dan menonton klip resmi maupun covernya di Youtube, karena lagu ini dengan telak menyentuh sisi hati kita semua yang selama ini berhasil menyimpan kenangan bersama mantan...Eaa.

- Penawar Letih
Lagu ini gue banget! Saya seorang roker (rombongan kereta), berangkat jam 5 pagi. Pulang jam 6 sore. Dan sampai di rumah bertemu dengan penawar letih saya, Ibu. Mantapsss.

- Ode Penyembuh Luka
Kalau ini saya suka sekali pembukanya, baik lirik maupun musiknya.
Karena hidup takkan selalu, sesempurna yang kau mau, maka teruslah berjalan.
Karena dibalik deritamu tersembunyi kisah indah baru, maka teruslah berjalan. 
- Untuk Ayah dan Ibuku
Ga usah dijelaskan deh, kerinduan seorang anak terhadap ayah dan ibu yang telah tiada berhasil terwakilkan dengan sangat baik pada lagu "Untuk Ayah dan Ibuku"

Untuk lagu lainnya tentu tak kalah bagus, namun namanya terbaik tentu saja harus saya pilih :D

Inilah foto album baru The Rain saya, yang sampai sekarang masih saya dengarkan dengan setia :D
Album baru fullset The Rain: Jabat Erat

Terakhir, saya selaku fans dari The Rain berharap mereka tetap seperti sekarang ini, kreatif dengan caranya sendiri. Menyajikan lagu-lagu berkualitas dan tidak murahan, yang selalu enak didengarkan saat ingin tidur. Ramah dan tak berjarak terhadap fans. Kompak selalu. Dan menjadi musisi panutan bagi generasi muda, dengan menjadikan konsistensi selama 15 tahun sebagai pembuktian, dan akan tetap berlanjut sampai tua nanti. Bagi saya, The Rain adalah bagian dari hidup saya.

Thanks sudah menyimak :)
Jabat Erat!

Saya dan The Rain (3): Terlatih Patah Hati dan Gagal Bersembunyi

The Rain feat Endank Soekamti (source: itunesku.com)

eHikmawan.com - Posting kali ini, masih tentang The Rain, akan ngebahas tentang konsep tiga single terakhir The Rain yang ngehits yaitu Terlatih Patah Hati, Gagal Bersembunyi, dan Penawar Letih. Kenapa perlu satu post khusus? Karena saya cukup terkesan dengan konsep yang ada di belakang tiga single yang dirilis selama tiga tahun berturut-turut (sama-sama rilis tanggal 18 November!). Dari yang saya tangkap, The Rain setelah lepas dari major label (Prosound/Trinity Optima Production(2003-2008) dan Nagaswara (2008-2012)) memutuskan berkarir di jalur indie. Nah dari jalur inilah di awal muncul tiga lagu ini.


Lagu Terlatih Patah Hati adalah hasil kolaborasi apik dan cerdas bersama Endank Soekamti. Apik karena lagunya seakan menjadi hymne wajib para jomblo, dan cerdas karena Endank Soekamti memiliki personil-personil kreatif yang bisa menjadi partner bagus untuk The Rain dalam menjalani jalur indienya. Terbukti Terlatih Patah Hati menjadi hits, dan video klipnya di Youtube ditonton belasan juta kali. Sampai dengan 20 Oktober 2016 sudah ada 14.713.135 viewer! Itu baru di channelnya Erix Soekamti, belum di channel resmi The Rain, dan juga di channel lain yang memajang klip tersebut. WOW! Konsep video klipnya memang keren, salut buat mas Erix!


Masuk ke single kedua, Gagal Bersembunyi. Jujur saja saya telah mendengar lagu ini berulang kali dan tidak bosan-bosan. Bukan karena baper ya wkwkwk, tapi di luar lagunya yang enak banget di dengar juga karena bagi saya liriknya dengan cerdas bisa memunculkan satu hal yang menjadi "kegelisahan" dan "pertanyaan" dari orang-orang yang telah atau sedang menjalani hubungan. Ya, saya suka sekali liriknya :). Btw sudah ada 4.511.643 kali view di video klipnya loh, fantastik!
Hey apa kabarmu jauh di sana
Tiba tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan
Ku pikir aku berhasil melupakanmu
Berani beraninya kenangan itu datang tersenyum
Meskipun jalan kita tak bertemu
Tapi tetap indah bagiku semoga juga bagimu
Kau tahu aku merelakanmu
Aku cuma rindu aku cuma rindu
Takkan mencoba tuk merebutmu
Aku cuma rindu itu saja
Gagal kali ini gagal bersembunyi di balik kata kata bijak
Yang selalu mampu membuat aku terlihat tangguh
Padahal hancur lebur harapan
Yang terlanjur ku percaya ahaaa haaa

Untuk lagu Penawar Letih, saya rasa lagu ini memiliki "daya bunuh" cukup baik, tapi (mungkin) karena berdekatan dengan peluncuran album barunya The Rain maka waktu untuk promosi atau mengudara di radio dan tempat-tempat lain kurang sehingga hypenya tidak seperti dua lagu sebelumnya. Kalau bagi saya pribadi sih, lagu ini yang paling sesuai dengan kondisi saya sekarang. Pertama karena saya RoKer (rombongan kereta) yang berangkat dari pagi buta (jam 5 udah berangkat dari rumah :D) dan sampai rumah sudah gelap (jam 6 magrib). Kedua, karena Penawar Letih ini memang cocok bagi seseorang yang telah menjadi penawar letih saya...hehehe.

Khusus untuk lagu Terlatih Patah Hati dan Gagal Bersembunyi saya kagum sekali konsep video klipnya. Dengan potongan-potongan orang-orang yang berbeda sambil menyanyikan lagu yang sama membuat banyak orang membuat cover versionnya. Alasannya, karena memang seru dan bisa jadi kenangan bersama :D Tak hanya orang biasa, bahkan lagu tersebut dicover oleh anggota TNI dan Polri loh :D.

Nih monggo dicek sendiri videonya:





Selain itu, lewat kreatifitasnya netizen Indonesia menjadikan lagu Gagal Bersembunyi sebagai lagu untuk ngeprank/ngetroll/ngerjain mantan. Hasil akhirnya? Ada yang langsung baper, ada juga yang malah nyeramahin, nyuruh skripsinya dikelarin haha.

Ini videonya:


Trilogi lagu tersebut datang dengan konsep yang berbeda-beda, tapi tetap terasa The Rain banget, dan bikin album Jabat Erat menjadi album yang sangat pantas untuk dikoleksi :D. Apalagi ditambah dengan konsep video yang unik dan kreatif, mantap betul lah pokoknya :D

Terimakasih udah menyimak ya :)
Jabat erat!

Saya dan The Rain (2): Mengapa The Rain?

The Rain Band (source: blogpemudi.wordpress.com)

eHikmawan.com - The Rain. Ada banyak sekali alasan bagi saya untuk menjadikan band ini sebagai band Indonesia yang paling istimewa :D. Memang awalnya karena wanita wkwkwk, tapi semakin ke sini ada banyak sekali hal yang bisa dibanggakan dari The Rain. Berikut ini beberapa terawangan saya tentang mengapa saya suka The Rain:

1. Lagunya berkelas!
Ada dua tipe lagu The Rain menurut saya, lagu dengan tempo lambat (baca: sedih) dan tempo cepat (baca: semangat). Masing-masing memiliki kekuatan dan cerita sendiri-sendiri, dan sama-sama bagus! Sulit sekali mencari band yang bisa membawakan lagu sedih/romantis dan semangat yang sama bagusnya.
a. Lagu sendunya benar-benar mengguncang hati :D... Coba dengar lagu Dengar Bisikku, Tolong Aku, Jangan Pergi, Persimpangan, Bulan Sabit, Bermain dengan Hatiku dll. Pedih brooo.
b. Lagu cerianya enak untuk menggoyangkan kepala. Banzai!, Terimakasih Karena Kau Mencintaiku, Warna Hidup, sampai Terlatih Patah Hati adalah beberapa lagu bertempo cepat yang enak didengar tatkala membutuhkan suntikan semangat untuk menjalani hari yang keras... Tsahh.

2. Lagunya tidak cengeng dan long lasting!
Bayangkan dirimu sedang dalam kondisi galau dengan pasangan. Perasaan banyak sekali halangan yang merintangi hubungan kalian, dan tiba-tiba dia datang sambil bernyanyi seperti ini:
Genggam tanganku jangan bimbang
Tak usahlah lagi dikenang
Naif diri yang pernah datang
Jadikan pelajaran sayang
Dengar bisikanku oh dinda
Coba lapangkan dada kita
T'rima aku apa adanya
Jujur hati yang kita jaga
Dijamin langsung lumerrr haha. Lagu ini memang romantis, tapi tidak cengeng dan menya-menye. Liriknya tersusun dengan cerdas dan tetap jleb di hati. Lirik-lirik The Rain seakan mampu menangkap momen-momen yang tepat yang sesuai dengan kondisi hati pendengarnya entah itu di lagu yang romantis, sedih, ceria, sampai inspiratif. Semuanya pas takarannya :D
Mengenai long lasting, coba dengarkan lagu-lagu The Rain dari album pertamanya, Hujan Kali Ini. Meski album tersebut telah berusia 13 tahun tapi tetap enak dan tidak terdengar ketinggalan jaman :D.

3. Personel The Rain cerdas!
Saya breakdown nih untuk poin nomer tiga ini. Ada tiga hal yang membuat saya yakin berkata kalau personel The Rain itu cerdas :D
a. Lulusan universitas
Ada satu hal unik dan membuat salut ketika saya mendengar lagu The Rain, yaitu personil-personilnya yang well educated. Indra Prasta (Fakultas Kehutanan UGM), Iwan Tanda (Teknik Industri UII), Aang Aggoro (Desain Interior ISI Jogja), dan Ipul Bahri (Teknik Informatika UPN Veteran). Tak heran bila idealisme mereka tetap terpelihara dengan lirik dan lagu yang tidak tunduk pada selera pasar :)

b. Multi talent
Komik Cihuy Anak Band, Novel The Almost Brother, dan membuat website sendiri adalah bukti bahwa personil The Rain multi talent. Tak hanya membawakan lagu, dengan karya-karya mereka tersebutlah The Rain bisa semakin mendekatkan diri mereka dengan fans, dan bisa melihat sisi lain dari masing-masing personel.

c. Kreatif
Lima belas tahun merupakan waktu hidup yang lama untuk sebuah band. Bila tak ada kreatifitas, maka hampir bisa dipastikan eksistensinya akan terlibas dengan band-band lain yang selalu hadir dengan konsep dan lagu yang fresh dan berkualitas. Kreatifitas The Rain saya melihat mulai dari pemakaian beragam instrumen pada lagu-lagu mereka (yang terbaru ada di lagu yang berkonsep accapella), karya-karya di luar musik (seperti komik dan novel), pengelolaan akun media sosial yang konsisten dan memunculkan konten-konten yang kreatif (silahkan cek akun Twitter, Instagram, FB, dan channel Youtubenya ya :D), penggunaan konsep video klip yang menarik dan berbeda satu dengan yang lain (yang terbaru, video klip Berkunjung Ke Kotamu yang...out of the box :D) dan lainnya. Kreatifitas mereka berpadu dengan solidnya hubungan antar personil membuat band mereka awet bertahan dan karyanya tetap diterima oleh telinga masyarakat Indonesia.

4. Konsisten!
Tak usah banyak tulisan lah ya, waktu 15 tahun, selalu menelurkan karya-karya berkualitas, dan personil yang tak pernah ganti-ganti adalah bukti bahwa mereka konsisten. Konsisten untuk berkarya dan menghasilkan karya-karya berkualitas untuk The Rain Keepers dan penikmat musik di Indonesia. Hormat saya untuk konsistensi The Rain!

Saya dan The Rain (saya yg pakai jaket merah btw :D)

5. Dekat dengan fans!
Pada Kompasianival 2014 The Rain menjadi bintang tamu. Hal tersebut yang menjadikan saya tertarik untuk datang ke acara tersebut, disamping kehadiran Ahok dan Ridwan Kamil. Setelah The Rain membawakan beberapa singlenya, saya nekat datang ke backstage, sebuah ruangan kecil tempat The Rain berada setelah turun panggung. Tujuannya untuk foto bareng :D. Ketika itu mereka sedang wawancara dengan media, dan saya disuruh menunggu dulu oleh manajer The Rain. Tak lama, saya masuk dan memperkenalkan diri sebagai The Rain Keeper dan baru pertama kali bertemu langsung setelah 10 tahun mengenal The Rain. Kesan saya, mereka ramah sekali :D. Ngobrol-ngobrol akrab seperti dua orang teman, tidak memposisikan diri mereka sebagai orang terkenal.

Personil-personil The Rain lumayan aktif di Facebook, Twitter, Instagram, dan tak jarang membalas komen, meretweet, like, bahkan memfollow kita lho. Itu bukti lainnya kalau mereka dekat dengan fans. Belum lagi acara-acara jumpa fans, nonton bioskop bareng, buka puasa bersama, dll yang semakin menjadi bukti kalau The Rain memposisikan seorang fans sebagai teman dan sahabat, dan menjadi unsur penting dalam kesuksesan perjuangan The Rain hingga menjadi seperti sekarang ini.

Oke demikian penilaian sederhana saya tentang The Rain. Mohon maaf ada salah-salah kata :D

Cheersss

Saya dan The Rain (1): Introduction

Logo lama The Rain Band
eHikmawan.com - The Rain, sebuah band yang memiliki ikatan emosional sangat dekat dengan saya. Saya masih ingat jelas pada tahun 2005, saat album The Rain bertitel "Hujan Kali Ini" utamanya hitsnya yang berjudul "Dengar Bisikku" menjadi lagu yang sering dinyanyikan oleh teman-teman saya. Pembukaan lagu yang langsung menusuk membuat lagu ini sangat dekat dengan anak-anak SMA :D

"Kadang aku berfikir, dapatkah kita terus coba mendayung perahu kita, menyatukan ingin kita
Sedang selalu saja khilaf yang kecil mengusik, bagai angin berhembus kencang goyahkan kaki kita"
The Rain Album Hujan Kali Ini (source: therain-band.com)

Siapa yang ngga meleleh dinyanyikan lagu itu haha. Btw perkenalan awal saya dengan The Rain saat salah satu junior saya di PMR (sebut saja "L") menyukai lagu-lagu The Rain dan saya lupa entah kenapa pada akhirnya membelikan saya kaset The Rain yang Hujan Kali Ini. Ya sudah, setelah saya dengarkan berkali-kali akhirnya lagu seperti "Terimakasih Karena Kau Mencintaiku", "Jangan Pergi", "Aku Tak Seindah Itu" seakan jadi lagu wajib saya, utamanya menjelang tidur bila mata tak mau menutup :D. Bisa dilihat di kaset The Rain saya pasti pitanya sudah tak mulus lagi karena dulu sering saya putar :D

Cerita berlanjut, karena saya ingin balas jasa dan berharap bisa jadi kenang-kenangan untuk "L", saya gantian membelikan dia album yang sama berikut dengan sedikit kata-kata dari saya, semoga dia masih menyimpannya. Ada satu momen yang masih saya ingat, saat dia menyanyikan lagu "Dengar Bisikku" di Bumi Perkemahan Cibubur, saat sekolah saya mengadakan perkemahan. Ketika itu dia sedang sakit, dan di malam hari yang syahdu (halaaah) suara dia sepertinya masih terngiang sampai sekarang. Dia memiliki sakit asma, dan sebagai tim kesehatan (sedikit modus ;p) saya  mengecek ke tendanya. Ternyata dia sedang duduk-duduk di depan. Dan terdengarlah dia sedang bernyanyi, duh makin senang deh saya dengan lagu itu hahaha.

Tamat SMA saya lanjut kuliah di Kota Solo. Kebersamaan saya dengan (kaset) The Rain sempat terpisah karena di tempat tinggal saya di Solo tidak memiliki pemutar kaset, dan ketika itu handphone masih merupakan barang mahal sehingga lagu dengan format "MP3" pun hampir tak pernah saya dengarkan, kecuali hanya di warnet saja. Suatu ketika saya mendengarkan radio, dan mendengar lagu yang vokalnya sangat akrab di telinga saya: vokal khas Indra Prasta! Saya agak surprise, karena saya yakin yang menyanyikan lagu itu adalah The Rain, namun tak ada di album Hujan Kali Ini. Artinya adalah, The Rain meluncurkan lagu baru! Yeayyy.

Tolong aku sahabatku
Dengarkan jerit hatiku
Tentang dia tentang dia
Masih selalu tentang dia
Lagu The Rain yang saya dengarkan di radio ketika itu adalah "Tolong Aku", dan seketika ingatan tentang The Rain dan kenangan-kenangannya muncul lagi. Melalui lagu itu saya melanjutkan kebersamaan saya dengan lagu-lagu The Rain dan dua albumnya. Di album kedua ini lagu yang paling nyangkut di kepala saya selain "Tolong Aku" adalah "Persimpangan", "Masih Mampu Menemanimu"dan tentu saja "Bulan Sabit".
"Di bawah temaram sinar bulan sabit
Akupun semakin menyadari bahwa
Aku kehilanganmu
Di bawah jendelamu aku berdiri
Berharap engkau mau tuk membukanya
Atau setidaknya mendengarku
Menyanyikan lagu untukmu
Aku yang salah mengabaikanmu
Hingga hatimu beku untukku
Aku yang bodoh melukaimu
Hingga harapan tinggal kenangan
Bulan sabit menjadi saksi
ku mencintaimu sepenuh hati"
Lagu "Bulan Sabit" menurut saya adalah lagu yang sangat memelas hahaha. Bayangkan saat seseorang yang sangat menyesal telah membuat orang yang mencintainya membeku hatinya. Dan dia menyesal, kemudian bernyanyi di bawah jendela rumahnya untuk menyatakan cintanya yang tentu saja telah terlambat. Menancap sekali :D. Lalu ada lagu "Masih Mampu Menemanimu", lagu yang menurut saya bisa jadi senjata gombal para pria agar ceweknya tidak lagi ngambek (karena saya telah mempraktekkannya hahaha). Cek saja liriknya:
Kesabaran adalah kunci
Yang menjaga kita terus bertahan
Penat yang datang sesekali
Pasti slalu ada di sepanjang jalan
Aku masih mampu untuk menemanimu
Belum ada rasa ingin menyerah
Aku masih mampu untuk melindungimu
Belum ada terkikis oleh lelah

Setelah dua album The Rain tersebut, muncul berturut-turut album selanjutnya: Serenade (2007) dengan lagu favorit saya Terlalu Indah, Selama yang Kau Mau, Tersenyum dalam Luka, dan Serenade; Album Perjalanan Tak Tergantikan (2009) yang punya lagu Meninggalkan Cerita Ini dan Dengan Sederhana yang paling klik di telinga; dan album Jingga Senja dan Deru Hujan (2012) di mana lumayan banyak lagu-lagu yang asyik, seperti Banzai!, Jika Itu Denganmu, Bila Hatimu, Bermain Dengan Hatimu (video klipnya dalem :D), dan Perempuan Hujan. Album-album tersebut juga dengan setia saya dengarkan karena berbagai jenis lagu dari The Rain menurut saya tetaplah lagu-lagu spesial dan terbaik yang tetap bisa menyangkut di telinga saya, dan juga enak untuk dijadikan teman tidur :D. Kurang lebih sebelas tahun sudah album-album tersebut selalu menemani saya, dan sampai saat ini masih setia ada di handphone :D. Berbagai album dari banyak musisi telah saya hapus dan gantikan dengan album dari musisi lain, namun tidak dengan The Rain yang jujur saja saya butuhkan karena berbagai kenangan dan kehebatan dari tiap lagu-lagunya :)

Demikian introduction post "Saya dan The Rain", untuk post selanjutnya akan saya jelaskan kenapa saya merasa The Rain adalah grup musik terbaik menurut saya :D.

Thankssss.

IndaHikmawan

Welcome To Our
Wedding's Page


Indah Nurfitria (Indah)
&
Hikmawan Ali Nova (Hikmawan)

Senin, 26 Desember 2016

Akad Nikah
10.00 WIB - Selesai
Resepsi Pernikahan 
13.00 WIB - selesai

Lokasi : 
 Jl. Sidoagung RT 36/12, Dolopo, Madiun, Jawa Timur
 


Sabtu, 26 November 2016
Posted by Hikmawan

FDII 2016: Pengalaman Menjadi Tim Dokumentasi Event Internasional


Dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016


eHikmawan.com - Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016 (FDII 2016) telah berlangsung dengan sukses pada tanggal 5-6 November 2016 di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Sebanyak 6 pendongeng internasional yaitu Sheila Wee dari Singapura, Wajjupa Tossa dari Thailand, Craig Jenkins dari Inggris, Jeeva Raghunath dari India, Seung Ah Kim dari Korea Selatan dan Ng Kok Keong dari Malaysia serta puluhan pendongeng Indonesia beraksi dan memukau ratusan anak-anak dengan beragam ceritanya. Dan saya sangat bersyukur bisa ikut berpartisipasi pada event internasional tersebut sebagai tim dokumentasi. Sebagai gambaran, hari pertama saya mengambil 400an foto dan hari kedua sebanyak 700an foto :D

Pelajaran pertama yang bisa saya petik saat menjadi tim dokumentasi adalah mengenai kerja tim. Selama ini bila saya foto-foto hanya secara serabutan saja, tidak terkonsep dan sesuka saya dalam mengambil angle maupun lokasi fotonya. Namun dari kak Dwi Amir, koordinator tim dokumentasi FDII 2016, saya belajar bahwa peran tim dokumentasi sangat penting dan harus dipersiapkan dengan matang. Menurut saya secara garis besar ada empat hal yang harus diperhatikan dalam mendokumentasikan sebuah kegiatan nirlaba:

1. Pembagian lokasi dan shift/waktu
Saat pre event FDII 2016, dibuatkan grup Whatsapp khusus tim dokumentasi dan diberikan kesempatan kepada semua orang di tim untuk mengisi beberapa pilihan lokasi utama FDII 2016 dan dua pilihan waktu kerja/shift yaitu pagi dan siang, juga pilihan untuk menjadi fotografer atau videografer. Saya memilih posisi fotografer di main stage/panggung utama pada pagi hari untuk dua hari. Alasannya, biar bisa pulang lebih awal karena di luar shift bisa bebas mau ngapain aja. Bisa ikut acara di tempat lain (seperti workshop/special show) atau pulang :D. Pilihan selain main stage adalah: auditorium bawah/gedung baru (ruang badak), auditorium atas/gedung lama (ruang harimau), taman cerita, dan yang bertugas untuk keliling.

Dan ketika event berlangsung terbukti pembagian lokasi dan shift memegang peranan penting agar tiap acara FDII 2016 bisa terdokumentasi dengan baik karena masing-masing orang bisa fokus dan mengambil momen-momen terbaiknya,

Dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016

2. Kerjasama dengan sesama tim dokumentasi maupun dengan tim lain
Pada event sebesar FDII 2016, kerjasama antar personal sangat penting dan ini ditekankan oleh kak Dwi. Bagaimana teknis pergantian shift dan komunikasi bila ada yang membutuhkan sesuatu. Untuk pergantian shift kita diwajibkan untuk memastikan sudah ada anggota tim dokumentasi dari shift berikutnya yang menggantikan, dan bila ada tim lain (seperti tim kerelawanan atau tim acara) membutuhkan dokumentasi maka kak Dwi yang akan mengoordinasikan dengan cara post di grup atau mencari di lapangan anggota tim yang tersedia.

Kerjasama ini penting karena untuk sebuah event dengan rangkaian acara yang panjang membutuhkan konsentrasi tinggi agar tidak ada momen yang terlewatkan, dan dengan kerjasama antar anggota yang baiklah maka FDII 2016 bisa terbingkai dengan baik dalam sebuah foto dan video.

Dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016
3. Momen
Dongeng adalah acaranya si pendongeng dengan anak-anak, jadi yang ditekankan saat mengambil momen di FDII 2016 menitik beratkan pada dua hal tersebut. Dari situlah dasar bagi saya untuk fokus menangkap momen berupa ekspresi anak-anak saat asyik menyimak dongeng tentang Batu Menangis, atau saat pendongeng dengan mimiknya yang lucu menirukan wajah seekor monyet. Dari situlah maka tujuan dari sebuah dongeng yang membawa keceriaan dan kebahagiaan dapat terlihat.

Dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016
4. Arti penting mengenai "relawan/volunteering"
Relawan berasal dari kata dasar rela. Rela berkorban berupa tenaga, waktu, menyumbang keahlian, bahkan uang. Dan itulah yang sejak awal disampaikan oleh Kak Aio sebagai pendiri Ayo Dongeng Indonesia selaku penyelenggara acara Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016. Karena itu, sebagai tim dokumentasi kita harus rela menyediakan secara pribadi gear dokumentasi terbaik, mengaplikasikan ilmu dokumentasi terbaik yang kita punya, tenaga selama dua hari, dan juga pengeluaran-pengeluaran pribadi terkait FDII 2016 seperti transportasi atau tiket masuk Museum Nasional bila diharuskan membayar.

Begitu juga ketika ada di lapangan, kita harus selalu siap bila dibutuhkan oleh siapapun. Diminta tolong memfoto pengunjung, menjelaskan tentang FDII 2016 maupun Ayo Dongeng Indonesia kepada yang bertanya, maupun turut aktif dalam mensukseskan gelaran FDII 2016 karena pada prakteknya, tiap relawan yang terlibat merupakan duta bagi Ayo Dongeng Indonesia sehingga wajib menjaga nama baik komunitas.

Demikian pelajaran berharga yang bisa saya petik dari menjadi tim dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016.

Thanksss
Kamis, 10 November 2016
Posted by Hikmawan

Ayo Serbu Gudang Buku Gramedia Big Sale Tangerang Selatan!



eHikmawan.com - Siapa yang ngga ngiler dengan kata diskon? Cuci gudang? Big sale? Semua suka, tanpa terkecuali, terlebih bila diskonnya benar-benar gila. Walaupun yang didiskon adalah sebuah buku, di mana popularitasnya sudah dilemahkan oleh gadget. Pernah membayangkan buku yang awalnya seharga Rp. 135.000,- didiskon menjadi seharga Rp. 10.000,- saja? Atau, buku Harry Potter seharga Rp. 10.000,- juga? Impian kalian akan menjadi kenyataan di Gudang Buku Gramedia Big Sale! Setelah sukses diselenggarakan di Bandung, giliran buku lovers kawasan Jabodetabek yang akan dimanjakan di Gudang Buku Gramedia Big Sale yang HANYA menyediakan buku berkualitas Gramedia seharga 5.000 dan 10.000 perak saja!

Di mana?
Kawasan Industri Pergudangan Taman Tekno, XI Blok D 12B-15 BSD City, Tangerang Selatan
Kapan?
Tanggal 8-22 November 2016 jam 08.00 - 15.00 WIB

Cara ke sana gimana?
Kalau saya naik Commuter Line saja, turun di stasiun Serpong (atau Rawa Buntu juga bisa), lanjut Grab/Gojek :D. Setelah melewati pos satpam Taman Tekno silahkan tengok kiri jalan, akan ada spanduk besar Gudang Buku Gramedia Big Sale.

Buku apa saja yang ada di sana?
Buku apa saja ada! Dengan catatan buku tersebut merupakan terbitan penerbit-penerbit grup Gramedia (seperti Gramedia Pustaka Utama, Elex Media Komputindo, Grasindo, Quanta, dll). Jenisnya mulai dari buku anak, novel, psikologi, biografi, komputer, fotografi, masak-memasak, motivasi, agama, dll.





Setelah melewati penjagaan, jalan kaki saja untuk masuk ke dalam, sampai ketemu bangunan ini (agak tidak meyakinkan sih wkwkwk).



Nah sehabis bangunan ini baru terlihat gudang besar (iyes, gudang di sini memang benar-benar bangunan yang berfungsi sebagai gudang!). Di sini kepadatan sudah sangat terasa! Saya jamin weekend akan jauh lebih ramai dari ini:







Penasaran bagaimana kondisi di dalam gudangnya? Cekkk:





Dan ini adalah sebagian (kecil) buku yang diobral di Gudang Buku Gramedia Big Sale:





Okey, lanjut ya ke beberapa tips trik berkunjung ke Gudang Buku Gramedia Big Sale di Taman Tekno, BSD City, Tangerang Selatan:
- Cek peraturannya dulu ya:

- Ada dua jenis antrian yang berlaku yaitu pertama mengantri untuk mendapatkan tag pengunjung dan kedua antrian untuk giliran masuk ke dalam gudangnya untuk mulai berbelanja. Tag pengunjung ada dua warna yaitu merah dan biru, masing-masing berlaku selama satu jam. Jadi bila di dalam ada pengunjung dengan tag warna merah berarti itu jamnya untuk yang berwarna merah, sementara tag warna biru gilirannya di jam berikutnya. Pengunjung yang baru datang untuk mengantri tag pengunjung nantinya akan diberi tag warna biru bila masih tersedia. Bila habis? Silahkan menunggu untuk tag warna merah, yang berarti gilirannya akan lebih lama satu jam dari tag warna biru.. Bentuk tag pengunjung seperti ini:

- Kita diberi waktu satu jam untuk berbelanja, dan tiap lima-sepuluh menit akan diberikan pengumuman oleh pihak Gramedianya. Dan, satu jam itu terasa sangat sebentar! :D. Bila waktu satu jam masih kurang, triknya kita bisa sekaligus antri dua warna tag yang bisa digunakan untuk dua jam :D
- Di sini kita akan bersaing dengan pedagang buku, orang yang mencari untuk perpustakaan, sampai real book lovers yang belanjaannya sampai satu atau dua kardus besar! Jadi siapa cepat dia dapat ya.
- Ada teman nitip buku? Dijamin bakal susah buat mencarinya! Karena bukunya campur baur dan sangat sulit mencari satu judul buku tertentu di antara lautan buku :D
- Siapkan fisik dan air minum (bila perlu bekal makanan :D). Karena fisik kita akan banyak terkuras mulai dari antriannya yang lama, suasana yang panas bangetttt, dan juga tempat duduk bagi pengantri yang sangat terbatas. Belum lagi bila berniat memborong buku, menenteng puluhan buku itu berat jendral!
- Tersedia pembayaran dg mesin EDC, tapi saya kurang tahu persis bank apa saja yang tersedia. Saya hanya tahu bila Bank Mandiri bisa, karena kemarin sempat pengen pakai Debit Mandiri saya tapi tidak jadi :D
- Walaupun ada pembagian tempat/rak buku seharga 5000 dan 10000 namun ketika sampai kasir ada beberapa buku yang saya ambil tadinya ada di rak buku seharga 5000 malah dihitung seharga 10000 karena faktor ketebalan buku :/
- Jadi ada dua jenis penaksiran atas harga buku yakni seharga 5000 untuk buku tipis, dan 10000 untuk buku tebal.

Ini dia suasana ketika berada di kasir:




- Gudang Buku Gramedia Big Sale menyediakan jasa packing dan juga kirim ke tujuan yang kita inginkan inginkan, jadi ngga usah khawatir bila pengen beli buku banyak dan langsung dikirim ke perpustakaan atau kemanapun ke seluruh Indonesia :D
- Susunlah strategi dengan baik, karena waktu 1 jam itu terasa cepat banget bila memang kita niat mencari buku :D. Kalau saya hanya dengan membaca judul saja tanpa membaca sinopsis, bila dirasa cocok langsung saja masukkan ke tas kain yang disediakan Gramedia :D. Ada juga yang hanya melihat dari pengarangnya, bahkan label "Best Seller"nya haha.

 Inilah hasil berburu saya selama satu jam full:


Dan inilah dia buku-buku yang saya pinang dan selamatkan (konon buku ini setelah diobral habis akan dimusnahkan) :D. Untuk buku sebanyak ini saya hanya mengeluarkan uang Rp. 245ribu saja :D





Demikian laporan singkat dari saya, dan saya jamin rugi banget kalau tidak datang dan memborong buku-buku super murah di Gudang Buku Gramedia Big Sale di Taman Tekno, BSD City, Tangerang Selatan :D
Rabu, 09 November 2016
Posted by Hikmawan

Popular Post

Random Post

- Copyright © 2015 eHikmawan.com - Tentang Hikmawan Ali Nova - Metrominimalist Template - Designed by Johanes Djogan -