Posted by : Hikmawan Senin, 28 November 2016

Logo lama The Rain Band
eHikmawan.com - The Rain, sebuah band yang memiliki ikatan emosional sangat dekat dengan saya. Saya masih ingat jelas pada tahun 2005, saat album The Rain bertitel "Hujan Kali Ini" utamanya hitsnya yang berjudul "Dengar Bisikku" menjadi lagu yang sering dinyanyikan oleh teman-teman saya. Pembukaan lagu yang langsung menusuk membuat lagu ini sangat dekat dengan anak-anak SMA :D

"Kadang aku berfikir, dapatkah kita terus coba mendayung perahu kita, menyatukan ingin kita
Sedang selalu saja khilaf yang kecil mengusik, bagai angin berhembus kencang goyahkan kaki kita"
The Rain Album Hujan Kali Ini (source: therain-band.com)

Siapa yang ngga meleleh dinyanyikan lagu itu haha. Btw perkenalan awal saya dengan The Rain saat salah satu junior saya di PMR (sebut saja "L") menyukai lagu-lagu The Rain dan saya lupa entah kenapa pada akhirnya membelikan saya kaset The Rain yang Hujan Kali Ini. Ya sudah, setelah saya dengarkan berkali-kali akhirnya lagu seperti "Terimakasih Karena Kau Mencintaiku", "Jangan Pergi", "Aku Tak Seindah Itu" seakan jadi lagu wajib saya, utamanya menjelang tidur bila mata tak mau menutup :D. Bisa dilihat di kaset The Rain saya pasti pitanya sudah tak mulus lagi karena dulu sering saya putar :D

Cerita berlanjut, karena saya ingin balas jasa dan berharap bisa jadi kenang-kenangan untuk "L", saya gantian membelikan dia album yang sama berikut dengan sedikit kata-kata dari saya, semoga dia masih menyimpannya. Ada satu momen yang masih saya ingat, saat dia menyanyikan lagu "Dengar Bisikku" di Bumi Perkemahan Cibubur, saat sekolah saya mengadakan perkemahan. Ketika itu dia sedang sakit, dan di malam hari yang syahdu (halaaah) suara dia sepertinya masih terngiang sampai sekarang. Dia memiliki sakit asma, dan sebagai tim kesehatan (sedikit modus ;p) saya  mengecek ke tendanya. Ternyata dia sedang duduk-duduk di depan. Dan terdengarlah dia sedang bernyanyi, duh makin senang deh saya dengan lagu itu hahaha.

Tamat SMA saya lanjut kuliah di Kota Solo. Kebersamaan saya dengan (kaset) The Rain sempat terpisah karena di tempat tinggal saya di Solo tidak memiliki pemutar kaset, dan ketika itu handphone masih merupakan barang mahal sehingga lagu dengan format "MP3" pun hampir tak pernah saya dengarkan, kecuali hanya di warnet saja. Suatu ketika saya mendengarkan radio, dan mendengar lagu yang vokalnya sangat akrab di telinga saya: vokal khas Indra Prasta! Saya agak surprise, karena saya yakin yang menyanyikan lagu itu adalah The Rain, namun tak ada di album Hujan Kali Ini. Artinya adalah, The Rain meluncurkan lagu baru! Yeayyy.

Tolong aku sahabatku
Dengarkan jerit hatiku
Tentang dia tentang dia
Masih selalu tentang dia
Lagu The Rain yang saya dengarkan di radio ketika itu adalah "Tolong Aku", dan seketika ingatan tentang The Rain dan kenangan-kenangannya muncul lagi. Melalui lagu itu saya melanjutkan kebersamaan saya dengan lagu-lagu The Rain dan dua albumnya. Di album kedua ini lagu yang paling nyangkut di kepala saya selain "Tolong Aku" adalah "Persimpangan", "Masih Mampu Menemanimu"dan tentu saja "Bulan Sabit".
"Di bawah temaram sinar bulan sabit
Akupun semakin menyadari bahwa
Aku kehilanganmu
Di bawah jendelamu aku berdiri
Berharap engkau mau tuk membukanya
Atau setidaknya mendengarku
Menyanyikan lagu untukmu
Aku yang salah mengabaikanmu
Hingga hatimu beku untukku
Aku yang bodoh melukaimu
Hingga harapan tinggal kenangan
Bulan sabit menjadi saksi
ku mencintaimu sepenuh hati"
Lagu "Bulan Sabit" menurut saya adalah lagu yang sangat memelas hahaha. Bayangkan saat seseorang yang sangat menyesal telah membuat orang yang mencintainya membeku hatinya. Dan dia menyesal, kemudian bernyanyi di bawah jendela rumahnya untuk menyatakan cintanya yang tentu saja telah terlambat. Menancap sekali :D. Lalu ada lagu "Masih Mampu Menemanimu", lagu yang menurut saya bisa jadi senjata gombal para pria agar ceweknya tidak lagi ngambek (karena saya telah mempraktekkannya hahaha). Cek saja liriknya:
Kesabaran adalah kunci
Yang menjaga kita terus bertahan
Penat yang datang sesekali
Pasti slalu ada di sepanjang jalan
Aku masih mampu untuk menemanimu
Belum ada rasa ingin menyerah
Aku masih mampu untuk melindungimu
Belum ada terkikis oleh lelah

Setelah dua album The Rain tersebut, muncul berturut-turut album selanjutnya: Serenade (2007) dengan lagu favorit saya Terlalu Indah, Selama yang Kau Mau, Tersenyum dalam Luka, dan Serenade; Album Perjalanan Tak Tergantikan (2009) yang punya lagu Meninggalkan Cerita Ini dan Dengan Sederhana yang paling klik di telinga; dan album Jingga Senja dan Deru Hujan (2012) di mana lumayan banyak lagu-lagu yang asyik, seperti Banzai!, Jika Itu Denganmu, Bila Hatimu, Bermain Dengan Hatimu (video klipnya dalem :D), dan Perempuan Hujan. Album-album tersebut juga dengan setia saya dengarkan karena berbagai jenis lagu dari The Rain menurut saya tetaplah lagu-lagu spesial dan terbaik yang tetap bisa menyangkut di telinga saya, dan juga enak untuk dijadikan teman tidur :D. Kurang lebih sebelas tahun sudah album-album tersebut selalu menemani saya, dan sampai saat ini masih setia ada di handphone :D. Berbagai album dari banyak musisi telah saya hapus dan gantikan dengan album dari musisi lain, namun tidak dengan The Rain yang jujur saja saya butuhkan karena berbagai kenangan dan kehebatan dari tiap lagu-lagunya :)

Demikian introduction post "Saya dan The Rain", untuk post selanjutnya akan saya jelaskan kenapa saya merasa The Rain adalah grup musik terbaik menurut saya :D.

Thankssss.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Random Post

- Copyright © 2015 eHikmawan.com - Tentang Hikmawan Ali Nova - Metrominimalist Template - Designed by Johanes Djogan -