Posted by : Hikmawan Kamis, 10 November 2016


Dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016


eHikmawan.com - Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016 (FDII 2016) telah berlangsung dengan sukses pada tanggal 5-6 November 2016 di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Sebanyak 6 pendongeng internasional yaitu Sheila Wee dari Singapura, Wajjupa Tossa dari Thailand, Craig Jenkins dari Inggris, Jeeva Raghunath dari India, Seung Ah Kim dari Korea Selatan dan Ng Kok Keong dari Malaysia serta puluhan pendongeng Indonesia beraksi dan memukau ratusan anak-anak dengan beragam ceritanya. Dan saya sangat bersyukur bisa ikut berpartisipasi pada event internasional tersebut sebagai tim dokumentasi. Sebagai gambaran, hari pertama saya mengambil 400an foto dan hari kedua sebanyak 700an foto :D

Pelajaran pertama yang bisa saya petik saat menjadi tim dokumentasi adalah mengenai kerja tim. Selama ini bila saya foto-foto hanya secara serabutan saja, tidak terkonsep dan sesuka saya dalam mengambil angle maupun lokasi fotonya. Namun dari kak Dwi Amir, koordinator tim dokumentasi FDII 2016, saya belajar bahwa peran tim dokumentasi sangat penting dan harus dipersiapkan dengan matang. Menurut saya secara garis besar ada empat hal yang harus diperhatikan dalam mendokumentasikan sebuah kegiatan nirlaba:

1. Pembagian lokasi dan shift/waktu
Saat pre event FDII 2016, dibuatkan grup Whatsapp khusus tim dokumentasi dan diberikan kesempatan kepada semua orang di tim untuk mengisi beberapa pilihan lokasi utama FDII 2016 dan dua pilihan waktu kerja/shift yaitu pagi dan siang, juga pilihan untuk menjadi fotografer atau videografer. Saya memilih posisi fotografer di main stage/panggung utama pada pagi hari untuk dua hari. Alasannya, biar bisa pulang lebih awal karena di luar shift bisa bebas mau ngapain aja. Bisa ikut acara di tempat lain (seperti workshop/special show) atau pulang :D. Pilihan selain main stage adalah: auditorium bawah/gedung baru (ruang badak), auditorium atas/gedung lama (ruang harimau), taman cerita, dan yang bertugas untuk keliling.

Dan ketika event berlangsung terbukti pembagian lokasi dan shift memegang peranan penting agar tiap acara FDII 2016 bisa terdokumentasi dengan baik karena masing-masing orang bisa fokus dan mengambil momen-momen terbaiknya,

Dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016

2. Kerjasama dengan sesama tim dokumentasi maupun dengan tim lain
Pada event sebesar FDII 2016, kerjasama antar personal sangat penting dan ini ditekankan oleh kak Dwi. Bagaimana teknis pergantian shift dan komunikasi bila ada yang membutuhkan sesuatu. Untuk pergantian shift kita diwajibkan untuk memastikan sudah ada anggota tim dokumentasi dari shift berikutnya yang menggantikan, dan bila ada tim lain (seperti tim kerelawanan atau tim acara) membutuhkan dokumentasi maka kak Dwi yang akan mengoordinasikan dengan cara post di grup atau mencari di lapangan anggota tim yang tersedia.

Kerjasama ini penting karena untuk sebuah event dengan rangkaian acara yang panjang membutuhkan konsentrasi tinggi agar tidak ada momen yang terlewatkan, dan dengan kerjasama antar anggota yang baiklah maka FDII 2016 bisa terbingkai dengan baik dalam sebuah foto dan video.

Dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016
3. Momen
Dongeng adalah acaranya si pendongeng dengan anak-anak, jadi yang ditekankan saat mengambil momen di FDII 2016 menitik beratkan pada dua hal tersebut. Dari situlah dasar bagi saya untuk fokus menangkap momen berupa ekspresi anak-anak saat asyik menyimak dongeng tentang Batu Menangis, atau saat pendongeng dengan mimiknya yang lucu menirukan wajah seekor monyet. Dari situlah maka tujuan dari sebuah dongeng yang membawa keceriaan dan kebahagiaan dapat terlihat.

Dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016
4. Arti penting mengenai "relawan/volunteering"
Relawan berasal dari kata dasar rela. Rela berkorban berupa tenaga, waktu, menyumbang keahlian, bahkan uang. Dan itulah yang sejak awal disampaikan oleh Kak Aio sebagai pendiri Ayo Dongeng Indonesia selaku penyelenggara acara Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016. Karena itu, sebagai tim dokumentasi kita harus rela menyediakan secara pribadi gear dokumentasi terbaik, mengaplikasikan ilmu dokumentasi terbaik yang kita punya, tenaga selama dua hari, dan juga pengeluaran-pengeluaran pribadi terkait FDII 2016 seperti transportasi atau tiket masuk Museum Nasional bila diharuskan membayar.

Begitu juga ketika ada di lapangan, kita harus selalu siap bila dibutuhkan oleh siapapun. Diminta tolong memfoto pengunjung, menjelaskan tentang FDII 2016 maupun Ayo Dongeng Indonesia kepada yang bertanya, maupun turut aktif dalam mensukseskan gelaran FDII 2016 karena pada prakteknya, tiap relawan yang terlibat merupakan duta bagi Ayo Dongeng Indonesia sehingga wajib menjaga nama baik komunitas.

Demikian pelajaran berharga yang bisa saya petik dari menjadi tim dokumentasi Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016.

Thanksss

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Random Post

- Copyright © 2015 eHikmawan.com - Tentang Hikmawan Ali Nova - Metrominimalist Template - Designed by Johanes Djogan -